Bab 18 Huda di Italia
"Hahaha, Iya Gus harusnya sampeyan juga punya jodoh, semoga aja nemu di sini..." Sahut Kyai Jalil.
"Perjalanan kita masih dua hari dua malam ini Mbah Yai... Kurang tujuh hari tujuh malam lagi baru sampai ke Italia..." Huda.
"Jadi nanti rute kita kemana aja ini dalam rangka nyariin jodoh buat Mas Huda?" Amir terkekeh.
"Kita mau ke beberapa negara Eropa dengan komunitas Satanis yang terkenal! Mau lihat-lihat, mau mantau secara langsung atmosfer kekuatan ghaib di eropa... Tentaranya seperti apa..." Kyai Jalil yang berambut gondrong dengan memakai udeng batik dan berkacamata hitam di kepalanya manggut-manggut melihat lautan.
"Norwegia punya banyak band musik black metal yang mendukung Satanisme.Swedia punya komunitas Satanis modern yang terbuka dan aktif. Inggris apa lagi, punya sejarah panjang gerakan okultisme dan Satanisme. Perancis juga berpengaruh gerakan okultisme abad ke sembilan belas. Especially, Jerman yang komunitas Satanis modernnya semakin berkembang.
Jadi insyaaAllah ntar kita mampir ke Oslo, Norwegia Pusat gerakan black metal. Stockholm, Swedia Komunitas Satanis modern. London, Inggris tempat sejarah okultisme dan Satanisme. Paris, Perancis Pengaruh okultisme historis, markasnya para vampir." Papar Kyai Jalil yang ternyata bukan orang remeh.
"Mas Amir sudah siap kah?" Davos menepuk bahu kanan sahabatnya itu.
"InsyaaAllah masih kuat Mas.." Amir yang selalu rendah hati, nadanya renyah dan sifatnya sederhana berkebalikan dengan Davos yang ber-body language angkuh dan senang mengenakan barang branded. Tapi meski begitu Davos orangnya baik dan bisa dipercaya juga diandalkan sebagai teman.
Di tambah kini ada orang baru seperti Huda yang super dingin, pendiam, cuek dan berkarisma, membuat Davos yang lebih pendek darinya selalu terlihat jaim tidak ingin kalah pamor di hadapan cewe. Tidak ada yang tahu siapa Huda di masa lalunya.
Singkatnya dalam delapan hari perjalanan bersama kapal pesiar Oasis of the Seas milik Royal Caribbean International yang awalnya berangkat dari Florida kini akhirnya berlabuh di Roma, Italia. Huda dan rombongan Kyai Jalil akhirnya turun. Huda memimpin perjalanan karena pernah melancong ke luar negeri keliling dunia dalam keikut sertaan tur band yang dia geluti dulu.
"Kita akan cari dimana itu Chiesa di Satana..." Lirih Kyai Jalil menuruni kapal setelah jangkar turun, pintu bagasi dibuka dan sudah mengambil koper.
"Iya, Kyai..." Lirih Huda.
"Kita ini kurang kerjaan banget si Kyai, ngapain kita blusukan kaya gini ke luar... Ke gereja setan terbesar di dunia... Ngapain? Langsung ruqyah aja gitu..." Amir berjalan cepat menyusul rombongan yang baru saja diturunkan di pelabuhan Civitavecchia.
"Ga pa pa.. sambil uji nyali..." Davos penuh percaya diri.
Pria-pria itu tidak membawa banyak barang, mereka hanya membawa satu tas koper saja untuk masing-masing dan berjalan menuju B&B Hotel Roma Civitavecchia. Setelah itu mereka beristiahat di hotel, Huda memandang lautan dari pemandangan di jendela kamar hotel di malam hari dan berpikir apa kah akan ada hal berbahaya menghadang di depan setelah ini.
Keesokan harinya, Huda saat rombongannya makan pagi di restoran Trattoria al Moro dekat penginapan, dia mencari postingan di media sosial tentang gereja setan dan menemukan kiriman user bernama Grlic mengatakan, 'Luca Shaytan adalah pendiri Gereja Setan Oscura, dan saya adalah mitra pendirinya. Saya tidak suka orang yang menghubungi saya dengan tujuan tidak baik, karena saya sudah menikah bahagia. Jika Anda benar-benar lajang, hubungi Luca Shaytan, pendiri Gereja Setan Oscura, yang juga lajang dan tinggal di Genova. Tidak ada waktu untuk pemborosan dan wanita pengemis.' Dalam bahasa Italia.
"Mbah Yai, saya berusaha mencari tadi dan menemukan kiriman ini di internet. Jenengan tahu ini maksudnya gimana?" Huda menunjukkan gawai.
"Oscura Roma, atau Gereja Setan Oscura di Roma, tidak memiliki lokasi resmi yang dipublikasikan Gus. Namun, saya dengar sih beberapa sumber menyebutkan Gereja Setan di Roma berlokasi di Via dei Fori Imperiali, Piazza del Popolo, Trastevere dan Monti. Tapi perlu diingat bahwa informasi ini tidak dikonfirmasi secara resmi. Makanya kita sisir dulu..." Jelas Kyai Jalil.
"Mbah... Em... Jenengan itu apa abdi RI satu milik Pak Sukarno?" Lirih Huda sambil menunduk memperhatikan gawai namun bola matanya terangkat memperhatikan Kyai Jalil yang mengangguk pelan dengan tenang.
"Oh, pantas bidik sasaran langsung ke sang ratu merah..." Tukas Huda.
Mereka menyelesaikan santapannya lalu turun ke jalanan seperti mavia, menyewa mobil dan berkeliling. Menyisir roma. Karena kini mereka ada di pusat Roma, Huda menggunakan perangkat khusus rahasia milik RI satu untuk memetakan rute. Alat itu menyerupai gawai dan memiliki aplikasi khusus jaringan Deep Web.
'Untuk mengetahui jarak antara B&B Hotel Roma Civitavecchia dan lokasi-lokasi tersebut, saya perlu mempertimbangkan lokasi hotel tersebut.
B&B Hotel Roma Civitavecchia terletak di Civitavecchia, sedangkan lokasi-lokasi yang Anda sebutkan berada di pusat kota Roma. Berikut adalah perkiraan jarak antara Via dei Fori Imperiali sekitar enam puluh lima hingga tujuh puluh kilo meter dengan satu jam perjalanan dengan mobil. Piazza del Popolo sekitar enam puluh tiga hingga enam puluh delapan kilo meter dengan satu jam perjalanan dengan mobil. Trastevere sekitar enam puluh dua hingga enam puluh tujuh kilo meter dengan satu jam perjalanan dengan mobil. Monti sekitar enam puluh empat hingga enam puluh sembilan kilo meter dengan satu jam perjalanan dengan mobil.' Kata navigator alat.
"Tunjukan saya rute jalan ke Trastevere!" Intruksi Huda yang duduk di samping jok supir.
"Baik, ini denahnya! Selamat menempuh perjalanan dengan aman!" Monitor menunjukan peta.
"Mas Huda memang bukan orang sembarangan!" Davos manggut-manggut, Amir segera mengoper arah ke jalan sesuai jalur dalam peta.
"Dalam penyerangan ini kita namakan gerakan kita Operasi Alpha. Jadi di sini ada struktur yang harus kita gunakan. Gus Huda sebagai alpha yang di depan. Mas Amir sebagai beta yang mengatur perjalanan dan mengawasi keamanan. Mas Davos sebagai Gamma yang lebih pengalaman di bidang mindpower, sementara mbak Yuna dan saya sebagai bayang-bayang sebagai Delta dan Epsilon yang memberi data untuk modal penyerangan. Nih saya dikirimi pesan sama Mbak Yuna... Katanya:
Assalamu alaikum Yai, saya sudah punya metode korespondensi langsung dengan iblis menggunakan teknik cosmic diving atau meretas aktivitas awan supaya bisa melukiskan data explicit sehingga kita bisa mengabadikan dokumentasinya.' Wah mantap ini..." Kyai Jalil mengangguk.
"Yuna itu tidak bisa diam di rumah... Memang begitu lah sifatnya!" Kekeh Huda.
Setelah tiba di lokasi, Huda turun pertama kali dari mobil kemudian diikuti oleh Davos. Sementara Amir mengintai, Kyai Jalil menutup auranya agar tidak terdeteksi dan akan turun paling akhir.
Huda mengetuk pintu, namun langsung dibuka oleh seorang pria botak tinggi berjenggot hitam bergaris putih vertikal di tengah dengan bahu lebar dan memakai baju mantel pendeta setan, busana khas satanis di gereja.
"Mau apa kalian datang ke sini? Jangan mengusik peribadatan kami!" Tegasnya garang berbahasa Inggris seperti sudah tahu jika tamu tak diundang yang mampir adalah orang asing.
"Apa kalian tidak melakukan pengutukan kepada muslim?" Poin Huda.
"Pengutukan?" Pria bernama Alessandro Malum itu mengernyitkan jidat.
"Aku tidak pernah berurusan dengan muslim! Aku hanya memuja supaya kekuatan hitam di dunia ini semakin kuat dengan menyumbangkan banyak energi kegelapan dari hati dan jiwa umat gerejaku!" Kelit Malum.
"Lalu maksudmu kekuatan hitam di dunia itu buat apa jika sudah semakin kuat? Untuk membasmi muslim! Kau tau persis jika masih ada muslim di muka bumi ini maka kekuatan hitam akan selalu lemah!" Pojok Huda.
"Lalu kau mau apa jika itu jawabanya?" Maslum mengangkat dagunya.
"Kau tidak mungkin menghentikan tugas dan kewajibanku membawa kegelapan di dunia ini. Takdir sudah menentukan untuk apa kelahiranku di bumi ini!" Lanjut Malum menegaskan keimanannya.
"Berarti aku harus membunuhmu jika dengan itu caranya agar kau bisa berhenti!" Huda.
Malum langsung menutup pintu namun Huda mendorongnya hingga terhempas, Malum terdorong masuk ke gereja. Davos dan Huda langsung melangkah ke gereja, Huda menutup pintu gereja dan menguncinya dari dalam. Melihat tindakan itu, Malum tercengang.
"Darahmu akan mengucur untuk Lucifer..." Seringai senyum Huda dan Davos yang terlihat bengis seperti iblis.
"Kalian adalah mahluk munafik! Kalian muslim pembunuh! Kalian memang pembuat ulah! Mengusik kedamaian hidup orang lain! Datang hanya membawa kesialan dan petaka!" Umpat pendeta gereja setan itu.
Ternyata di dalam gereja itu ada enam orang yang berjaga, mereka keluar dari ruang pemberkatan. Malum tersenyum licik melihat tamunya yang kalah jumlah.
"Kalian berlindung di bawah nama agama hanya untuk menunjukkan kekuatan kalian supaya orang takut kepada kalian! Munafik!" Umpat orang di belakang yang mengenakan jubah neraka.
"Hiahahaha!!" Tawa Huda menggelegar ke seluruh ruang gereja.
"Kalian pikir niat kalian itu suci? Kalian hanya melukai martabat keagungan agama kalian dengan melakukan penantangan ke sana ke sini seperti babi hutan mengamuk dan merusak ladang warga!" Orang di belakang yang lain membisikan keputus asaan.
"Kalian setan kecil, kroco-kroco mahluk ghaib sedang melawan yang sebenar-benarnya iblis!
Kenapa kalian kaget? Suatu saat kalian juga akan menghadapi ini setelah kebangkitan!
Kalian akan ditampar oleh iblis!
Bukannya iblis berbohong kepada kalian!
Kebodohan kalian berdiri tegak di atasku atau memang kalian terlalu bodoh untuk menyadari siapa yang sesungguhnya sedang tertipu?" Skak Huda dengan pertanyaan retorik.
Semua orang terdiam.
"Aku berjalan di atas kakiku sendiri tanpa bergantung kepada kekuatan hitam dan aku menjadi iblis paling kuat saat ini dan memilih berbaris di sisi Pencipta yang maha adil!" Tunjuk Huda dengan memicingkan mata.
Semua orang satanis seperti wayang yang dikendalikan, tubuh mereka menyerang Huda dan Davos seolah ada yang mengerjakan dari jauh. Mereka menembakkan energi pekat ke Huda dan Davos yang sudah kerasukan amarah. Selayaknya binatang buas, sejinak-jinaknya Huda dan Davos, mereka tetap lah berinsting mahluk pemburu dan pemangsa.
Huda melompat ke kursi-kursi gereja dengan tenaga dalam, tubuhnya mengeluarkan asap putih tipis saking panasnya keringat yang keluar. Ada api dalam jasad Huda entah ajian apa yang ia sudah kuasai selama jauh dari pengawasan Yuna. Davos berlari ke tembok dan merayap dengan cepat di tembok menuju barisan satanis lalu melompat dan bergelut dengan mereka.
Cakar-cakar mulai tumbuh di badan para satanis dengan gigi-gigi runcing, mereka saling mencakar dan mengigit seperti pertarungan sesama harimau.
Huda menuju Malum, pria botak itu membuat tameng energi dan berusaha menghempaskan Huda. Awalnya Huda terpental namun dia melayang merayap di pori-pori energi tempurung itu lalu menembusnya dan melompat cepat menghantamkan kepalanya ke kepada Malum.
"Jeduak!" Mereka saling berbenturan kepala seperti banteng hitam sedang adu tanduk.
"Griiah!!" Pekik Malum kesakitan dan tulang hidungnya patah berdarah. Dia terbanting ke lantai dengan keras.
Huda berdiri tegap setelah menghantamnya dengan pasang kaki posisi kuda-kuda.
Para satanis masih beradu bela diri dengan Davos yang menggunakan kekuatan mentalis. Mereka menggunakan senjata tajam dan peluru.
"Hahahahaha!" Tertawa Davos mengerikan membengkokan pisau dan pedang.
"Dar!"
"Hahahhaa!" Peluru yang ditembak kepadanya membelok dan menabrak tembok.
"Kalian sudah sangat jauh dari levelku! Ikut lah menjadi golonganku!" Geram Davos dengan suara serak double layer.
Orang-orang satanis itu terlihat berkonsentrasi dengan mata tajam. Tangan mereka membentuk simbol metal.
"Protego totalum!
Astra kharon, veni ad me!"
"Aegis mea, defende!
Khaos ophiel, grant me potestas!"
"Circulus protectionis!
Lucifer, audi meam vocem!"
"Circulus protectionis!
Baphomet, dono mihi potentiam!"
"Abaddon, apereas!
Asmodeus, veni et servire!"
"Belial, veni ad me cum potestate!"
"Mephistopheles, audi vocem meam!"
"Beezlebub, grant me potentiam!"
Mereka bersahut-sahutan mengucapkan mantra meminta kekuatan kepada setan.
"Circulus sanctus, protego me!
Azazel, veni et servire!" Malum menyambung di akhir.
"Aegis divina, defende me! Protego totalum, ab negativo!
Janua aperitur, ad infernum!
Porta abyssalis, aperire! Vestibulum tenebrarum, apere! Bismillahi rahmani rahiim!!"
Siapa sangka Davos membalas mantra mereka semua.
Dengan makna mantra 'Perisai ilahi, pertahankan aku! Lindungi aku sepenuhnya, dari kejahatan! Pintu terbuka, ke neraka! Pintu kegelapan, munculkan! Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang!.'
Semua satanis terpental jauh dan merayap di lantai seperti ada angin dasyat mengipas mereka dengan kuat namun ruangan gereja itu tidak mendapati sedikit pun ada angin beraktivitas justru hawanya semakin pengap dan panas.
"Jurang neraka terbuka lah dengan gerbang apimu yang menyala!!" Garang Davos sambil menyebarkan gelombang sinyal dari atena pikiran kepalanya.
"Panas!!"
"Panass!!"
"Aargh aku terbakar!! Tolong!!"
"Kalian yang mengaku tidak akan terbakar di neraka! Lihat lah aku!" Davos merentangkan tangannya seolah berdiri di antara kobaran api.
Penglihatan semua orang kini masuk ke dimensi lain.
"Api ini adalah air sungai bagiku dan kalian dalam kenikmatan sungai ilusi, yang kau cintai adalah kepalsuan! Karena itu kalian terbakar seperti ikan panggang!" Davos menyeringai.
"Apa sekarang kalian paham?" Huda sudah kembali ke kesadaran normal, dia berjalan pelan menuju pintu gereja dan membukanya.
"Wah wah..." Kyai Jalil turun dari mobil bersama Amir dan berjalan memasuki bangunan yang sudah lama meresahkan masyarakat sekitar.
Huda kembali menutup pintu.
"Huaargh! Panas!" Para abdi setan seolah silau melihat Kyai Jalil yang memancarkan aura bercahaya benderang.
"Siapa kau? Apa kau ingin kami buta!" Pekik Malum.
"Assalamu alaikum, saya hanya lah orang fakir, hamba Allah, dan saya diperintahkan oleh Dia yang ingin kalian mendapatkan rahmat dan keberuntungan. Kalian dipanggil untuk bergabung ke bala tentaranya seperti saudara-saudara saya ini dan memimpin penyadaran umat satanis di dunia... Percuma kalian capek-capek buang umur buat acara beginian... Al Masih sebentar lagi turun, dan kalian sudah tau nubuat dan suratannya bukan? Mata satu itu akan dibunuhnya... Sia-sia kalian terbodohi omongan Azazel!" Tutur Kyai Jalil dengan logat khasnya yang terdengar renyah dan rendah hati.
"Kalian sudah lihat kemampuanku bukan? Jauh di atas kalian!" Huda menusuk pandangan Malum yang dirasuki panglima setan.
"Lantas apa yang harus kami lakukan sekarang?" Lirih Malum.
"Kau dan setanmu harus masuk Islam." Saran Huda dingin.
Malum dan pengikutnya mengangguk-angguk.
Kyai Jalil membimbing mereka untuk bersyahadat dan mereka mengikutinya. Lalu rombongan Kyai Jalil dan para mantan abdi setan itu mendengar suara teriakan ghaib menggaung-gaung di langit-langit gereja setan itu.
Kyai Jalil membacakan surat al Kafirun dengan khidmat, tenang dan lirih dengan menengadahkan kedua tangannya dan kepala tertunduk. Seketika suara itu lenyap menjadi keheningan dan kesenyapan.
"Sebaiknya sekarang kita mengobrol... Saya punya banyak sekali pertanyaan... Boleh saya duduk?" Kyai Jalil.
Malum mempersilahkan, dia bangkit dari lantai dibantu oleh Huda. Davos dan Amir menenangkan mereka semua dengan memberi healing energi ruqyah.
"Saya yakin pasti di dalam lingkup gereja setan itu juga ada bentrokan! Saya yakin Anda paham itu..." Kyai Jalil yang duduk di bangku gereja.
Malum menarik nafas menenangkan diri setelah menerima energi dari Huda.
"Ya, memang ada..." Jawabnya.
"Tak kenal maka tak sayang, perkenalkan... Nama saya Jalil dari Indonesia.."
"Alessandro Malum..." Mereka berjabatan dengan senyum mesem padahal tadi berantem.
"Di Italia ini pernah terjadi perkelahian kelompok Kekuatan Gelap melawan Kelompok Kekuatan Pikiran"
Malum membuka tangan kepada Davos sebagi figur.
"Gereja Setan Order of the Dark Lord di Roma, Italia, dipimpin oleh High Priest Satanis, Judas. Dia melawan seorang mentalis misterius, Leonardo Notte yang mulai mengganggu kekuasaannya dengan kemampuan pikiran." Semua orang duduk menyimak Malum yang berdiri menceritakan.
"Leonardo Notte memasuki Gereja Setan dan menantang kekuasaan Judas. Alessandro menggunakan kekuatan sihir hitam, sementara Leonardo menggunakan kemampuan mentalnya untuk melawan. Leonardo mengungkapkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengontrol pikiran manusia. Tidak terima dengan itu, Judas memanggil pasukan setan untuk melawan Leonardo.
Leonardo menggunakan kekuatan pikirannya untuk mengendalikan pasukan setan. Seperti yang dilakukan..." Malum menunjuk Davos dengan tangan terbuka.
"Davos" jawab Davos.
"Seperti yang dilakukan Saudara Davos kepada pengikutku tadi...
Pertikaian ini karena seorang member baru bernama Luna. Dia adalah anggota Gereja Setan yang ragu-ragu antara Judas dan Leonardo. Dia dibantu oleh Dante, anggota Gereja Setan yang setia kepada Judas untuk memberontak. Mereka berdua mengadu ke Cardinal Orsini, pemimpin Gereja Katolik yang mencoba menghentikan kegiatan Gereja Setan. Orsini meminta bantuan Leonardo dan begitu lah akhirnya ada pertikaian." Tutur Malum lalu duduk di bangku gereja yang kosong di dekatnya.
"Kalian harus ke Amerika dan membakar gereja setan di sana... Karena penyebaran ajaran utamanya dari sana bukan?" Intruksi Huda.
"Ya.. memang benar.. tapi itu tidak lah mudah untuk menghadapi serangan balik mereka... Mereka akan menggunakan serangan kutukan..." Malum mengangkat satu alis.
"Untuk sementara ini kalian bertujuan melawan dan melawan mereka untuk meningkatkan kelas kekuatan kalian... Sampai kalian benar-benar kuat... Kita akan menyerang Alice di tubuh ratu setan merah yang duduk di Inggris..." Aba Huda.
"Kau yakin bisa menyerang the Maze Queen?" Malum tercengang.
"Benar kan? Dia lah yang tertinggi saat ini?"
"Dia the False Aminah! Kau tahu!" Malum menegaskan.
"The False Aminah..." Huda bangkit berjalan menuju podium dakwah.
"The Liberty... The Light Bringer's Gate! The Caller! Pemanggil dan penyambut... Yang mengesahkan dimulainya tatanan dunia baru di agenda dunia normalisasi baru... Perang dunia ke tiga... Dua ribu delpan belas..." Huda berdiri di mimbar pendeta.
"Parah kali, dijuluki the False Aminah, Aminah itu ibunya kanjeng nabi Muhammad lho..." Timpal Amir.
"Dajjal the False Messiah akan disambut the False Aminah dalam pengesahan agenda tatanan dunia tiga dan jelas kita tahu dengan itu pula jumlah populasi muslim akan naik di Eropa dan Amerika. Karena sebagai tanda kedatangan Dajjal juga datangnya the True Messiah... Dan kita tahu Messiah itu memihak siapa? Muhammad!
Mungkin kambing yang jadi qurban setiap Idul Adha adalah saudara kita karena kita meminum susu kambing, kita punya ibu susu yang sama... Mungkin sapi merah di qurban orang Yahudi juga saudara kita karena kita minum susu sapi, kita punya ibu susu yang sama...
Tapi pikirkan lagi... Apa kalian mau digorok seperti kambing dan sapi itu? Hidup bukan mainan... Jangan mati konyol... Jangan main-main dengan hidup kalian... Sementara Tuhan tidak pernah mengurus semua mahluk dengan main-main, apa mungkin kalian dipermainkan Dia? Tidak! Kalian yang ingin mempermainkan aturan yang tidak kalian sukai, karena kalian malas!
Jadi berenti lah malas dan perang lah supaya kalian mati puas dan lega.. tuntas... Kita bakar gereja setan dan kita akuisisi kekuatan hitam di jalan yang lurus!
Sudah saatnya kita bersenang-senang membalas orang zalim dengan kezaliman... Kita lah kezaliman untuk orang zalim!" Huda tersenyum dingin.
Kyai Jalil mengerjab mendengar santri barunya khutbah memakai gaya ala syaitonirojiim itu.
Namun anehnya mereka di geraja itu paham dan mengangguk. Mereka sadar kejadian hari ini akan langsung tersebar kabarnya ke media warta satanis. Mereka akan diincar oleh satanis di seluruh penjuru dunia, namun wajah mereka terlihat tidak peduli. Sebab mereka kini sadar, api neraka itu terasa sejuk bagi siapa yang mata keimanannya sudah terbuka.
62
Comments
Post a Comment