Bab 12 Adwin

 "Apa maksudmu khodam?" Hellen terkejut memajukan wajahnya.

"Kho... Khodam... Dia membantuku beberapa kali tanpa kuminta..." Huda menjawab dengan gugup.

"Mana ada konsep setan ingin menjadi khodam atau pelayan atau pembantu manusia?  tidak umum dalam tradisi agama atau mitologi apa pun!

Meskipun ada yang mengartikan bahwa mereka melakukan pebusan dosa seperti beberapa tradisi spiritual tentang setan ingin menjadi khodam manusia untuk menebus dosa-dosa mereka, atau setan ingin belajar dari manusia tentang kasih sayang, kebaikan, dan kebijaksanaan.

Tapi setan ingin menjadi khodam manusia untuk mendapatkan kekuatan atau kebijaksanaan. Setan ingin menjadi khodam manusia sebagai imbalan atas kekuatan atau pengetahuan yang sudah mereka pelajari dari manusia, itu caranya bisa saja dari menghisap energi manusia, pertumbalan... Setan ingin menjadi khodam manusia untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan tertentu.

Dalam Al-Qur'an, setan atau iblis menolak mematuhi perintah Allah untuk bersujud kepada Adam, sehingga tidak ada konsep setan ingin menjadi khodam manusia.

Dalam Alkitab, Satan digambarkan sebagai musuh manusia, bukan sebagai khodam. Dalam Talmud, setan Ha-Satan digambarkan sebagai penentang manusia.

Jin itu membuntutimu selama ini untuk memperdaya kamu semua!" Mata Hellen terbuka lebar sambil menjelasan.

"Jadi apa tujuan Zanum?" Yuna memandang Huda, membuat abangnya memikirkan kembali pesan ayahnya.

"Sepertinya dia hanya ingin kita semakin tersesat jauh dan sibuk membicarakan satanis sampai lupa berzikir..." Jelas Huda.

"Aku dari tadi bersholawat!" Jawab Yuna.

"Yah! Aku juga harus bersholawat!!" Huda memegangi kepalanya yang sakit karena stress.

"Jangan gitu, Yang! Kamu ga salah apa-apa kok!" Yuna mulai keceplosan makai bahasa lokal.

"Itu artinya aku masih bisa ditolong ya? Semetara Adwin tidak ada jin dari kabal itu kah?" Anderson.

"Tidak, aku tidak melakukan perjanjian dengan ritual apa pun... Aku hanya merancang teknologi komunikasi baru untuk menterjemahkan bahasa yang diantar gelombang radio dalam laut..." Jawab Adwin.

"Emangnya gelombang radio juga ada di air laut?" Yuna baru tahu.

"Ya, gelombang radio dapat menyebar melalui laut, gelombang radio dapat diserap oleh air laut, terutama pada frekuensi tinggi. Gelombang radio dengan frekuensi rendah lebih efektif menyebar di laut.

Frekuensi Gelombang Radio di laut yang paling rendah adalah tiga puluh kHz dan paling tinggi adalah tiga ratus MHz.." jelas Adwin.

"Buat apa mereka membuat teknologi itu?" Tanya Harun.

"Dengan memancarkan gelombang radio, kita dapat membantu mengukur kedalaman laut, contohnya dengan Radar Bathymetry. Kita menggunakan gelombang radio untuk mengukur kedalaman laut. Gelombang radio dipancarkan ke permukaan laut dan pantulan diukur untuk menghitung kedalaman.

Teknologi yang Menggunakan Gelombang Radio ada banyak kok, Radio Detection and Ranging Menggunakan gelombang radio untuk mengukur jarak dan kedalaman laut. Synthetic Aperture Radar menggunakan gelombang radio untuk mengukur kedalaman laut dan memetakan dasar laut. Ground-Penetrating Radar menggunakan gelombang radio untuk mengukur kedalaman laut dan memetakan struktur dasar laut.

Airborne LiDAR Bathymetry menggunakan laser untuk mengukur kedalaman laut dan memetakan dasar laut.

Akurasinya tinggi, dapat mengukur kedalaman laut yang besar, bisa digunakan untuk memetakan dasar laut. Bahkan dapat digunakan untuk memantau perubahan kedalaman laut." Jelas Adwin.

"Lalu apa yang kamu temukan, kenapa kamu berhenti?" Yuna curiga.

"Sesuai dugaanmu, setelah mereka berhasil memetakan apa pun yang ada di dalam air, mereka bisa menanam bom nano di bawah laut dan membuat bumi gempa bahkan menimbulkan tsunami.." tutur Adwin pelan.

"Serius?"

"Ya... Kamu sudah tahu belum jenis-jenis bom itu apa saja?" Adwin memastikan agar Yuna tidak salah paham, dan gadis itu terpelongo menggeleng kepala pelan.

Huda mencoba memfokuskan kembali moodnya untuk menyimak Adwin, terutama Harun dia menyukai topik ini.

"Bom yang digunakan di bawah palung laut dan pulau biasanya menggunakan teknologi khusus untuk mengoptimalkan dampak ledakan umumnya seperti

Bom Konvensional. Contohnya Bom Depth Charge yaitu Bom kedalaman, dia dirancang untuk meledak pada kedalaman tertentu. Bom laut Sea Mine, dia dipasang di dasar laut untuk menghancurkan kapal.  Bom torpedo yang Diluncurkan dari kapal selam atau kapal permukaan dan Bom Nuklir.

Ada bom nuklir laut Submarine-Launched Ballistic Missile yang diluncurkan dari kapal selam. Bom nuklir kedalaman Depth Nuclear Charge yang dirancang untuk meledak pada kedalaman tertentu.

Bom Khusus seperti  bom hidroakustik, dia menggunakan gelombang suara untuk menghancurkan target, bom elektromagnetik menggunakan gelombang elektromagnetik untuk merusak peralatan elektronik, bom sonik menggunakan gelombang suara untuk menghancurkan target.

Nah, mereka sekarang mengembangkan Teknologi Masa Depan untuk meciptakan  bom nanoteknologi yang menggunakan teknologi nano untuk menghasilkan ledakan, dan bom energi terkonsentrasi menggunakan laser atau gelombang elektromagnetik untuk menghasilkan ledakan.

Negara yang memiliki kemampuan membuat bom-bom itu saat ini adalah Amerika Serikat, Rusia, Cina, Prancis dan Inggris. Mereka akan menguji coba teknologi ini semua setelah berhasil melakukan normalisasi dunia global dengan sistem protokol baru, mungkin setelah agenda pandemi di seluruh dunia..." Analisis Adwin.

"Maksudmu?" Yuna tidak mengerti.

"Kalian ingat daftar negara itu, ada lima negara yang akan menguji teknologi peledak itu kelak setelah agenda pandemi global terlaksana... Aku harap ada yang bisa menghentikannya karena itu aku berusaha memaksimalkan penelitianku agar bisa menghadapi teknologi peledak ini... Aku hanya punya waktu sedikit... Untuk menciptakan alat pembajak sinyal kendali jarak jauh peledak itu..." Adwin menyadari pasti ucapannya di rekam dari atas lewat teknologi drone penyadap, dia menunjuk ke atas lalu ke telinganya. Membuat Yuna mendongak ke langit dan mengedarkan pandangan diikuti Huda, Harun, Hellen dan Anderson.

"Apakah bom bisa digagalkan dengan gelombang radio?" Yuna berbisik.

"Tidak semua jenis bom dapat digagalkan oleh gelombang radio. Tapi ada beberapa jenis bom dapat dipengaruhi atau digagalkan oleh gelombang radio, terutama yang menggunakan sistem elektronik sebagai pemicu atau pengontrol.

Contohnya bom elektromagnetik yang dapat digagalkan oleh gelombang radio yang kuat. Bom khusus dengan sistem elektronik dapat dipengaruhi oleh gelombang radio yang mengganggu sistem elektroniknya. Bom torpedo dengan sistem panduan radio dapat digagalkan oleh gelombang radio yang mengganggu sistem panduan. Bom laut Sea Mine dengan sistem elektronik dapat dipengaruhi oleh gelombang radio yang mengganggu sistem elektroniknya.

Dan bom yang tidak dapat dipengaruhi oleh gelombang radio itu bom konvensional non-elektronik. Seperti bom nuklir, bom hidroakustik, bom sonik, dan bom nanoteknologi.

Cara menggagalkan bom dengan gelombang radio bisa dengan gelombang radio frekuensi tinggi untuk mengganggu sistem elektronik, teknologi jamming untuk memblokir sinyal radio, sistem perisai elektronik untuk melindungi target, dan teknik pengacakan sinyal radio.

Tapi aku punya penelitian anomali yang terbukti sukses... Gelombang radio ini membutuhkan bantuan tambahan!" Tukas Adwin bermata cerah.

Melihat wajah Adwin yang antusias itu, Huda jadi sadar akan sesuatu, dia amat berbeda jauh dengan kepribadian Adwin yang selalu optimis dan pantang menyerah. Dia menarik nafas dalam dan mengucap istighfar dalam hati.

"Bagaimana caranya? Apa itu?"

"Bom yang ini, menciptakan gelombang tsunami dan menghanguskan jasad korbannya karena radiasi nuklit bawah laut dan memicu ledakan gelombang elektronik bersuhu tinggi... Tapi benar-benar ada kemungkinan dengan gelombang radio dibantu gelombang tambahan ini maka dia bisa mentamengi kita dari ledakan radiasi nuklir dalam laut..."  Gagas Adwin.

"Gelombang tambahan apa itu?" Huda mengangkat satu alis sambil melirik ke langit seolah ada drone memang di atas mereka sedang merekam.


"Ah kita lanjutkan saja pembahasan di rumahku..." Adwin berubah mood.

"Nah kan aku bilang juga apa?" Sindir Hellen.

Singkatnya, mereka menikmati pemandangan kota Paris yang spektakuler saat matahari terbenam di puncak Eiffle setelah berbicara panjang lebar.

"Kota ini sangat indah," kata Yuna, takjub.

"Memang," jawab Anderson.

"Mari kita rayakan malam ini dengan makan malam di La Residence Eiffel" ajak Adwin.

Setelah turun dari Menara Eiffel, mereka berjalan kaki melewati Sungai Seine, menikmati udara segar dan lampu-lampu kota. Mereka tiba di La Residence Eiffel, kompleks perumahan mewah yang dirancang oleh Gustave Eiffel.

"Wow, ini tempatnya?" tanya Harun, terkesan.

"Ya, aku tinggal di sini," jawab Adwin dengan rendah hati.

Mereka memasuki apartemen Adwin yang menawarkan pemandangan Menara Eiffel yang spektakuler. Mereka menikmati makan malam yang lezat, anggur, dan musik jazz.

Anderson memainkan piano, sementara Hellen dan Harun menari. Huda dan Adwin berbincang tentang mode terbaru. Adwin tersenyum, merasa bahagia bersama teman-temannya.

"Malam ini tak terlupakan," kata Yuna.

Lelah dengan kesenangan, mereka akhirnya merebahkan diri di karpet luas di depan perapian hangat dan menyambung perbincangan yang sempat terjeda.

"Kalian tahu tidak Agartha?" Buka Hellen.

"Apa itu?" Harun memejamkan mata menikmati hangatnya perapian.

"Aku membaca sebuah buku seorang ilmuwan muda bernama Dr. Lea, dia menemukan sebuah peta kuno yang tersembunyi di dalam perpustakaan kuno di Tibet.

Peta tersebut menggambarkan lokasi sebuah peradaban rahasia di dalam Bumi, yang disebut Agartha.

Dr. Lea seorang ahli geologi dan arkeologi, dia memutuskan untuk memimpin ekspedisi ke Agartha. Ia merekrut beberapa anggota tim, termasuk seorang fisikawan, seorang biolog, dan seorang insinyur. Mereka mempersiapkan diri dengan peralatan canggih dan teknologi mutakhir.

Tim Dr. Lea memulai perjalanan mereka dari Kutub Selatan, menembus es dan salju tebal. Mereka menemukan sebuah gua yang tersembunyi di bawah es, yang ternyata merupakan pintu masuk ke Agartha.

Setelah melewati beberapa rintangan dan tantangan, mereka mencapai sebuah kota yang indah dan maju.

Di Agartha, tim Dr. Lea menemukan sebuah peradaban yang sangat maju dan berbeda dari dunia luar. Mereka bertemu dengan pemimpin Agartha, seorang bijak bernama Raja Arin. Raja Arin menjelaskan bahwa Agartha adalah sebuah peradaban yang telah hidup selama ribuan tahun, dengan teknologi canggih dan pengetahuan spiritual yang mendalam.

Tim Dr. Lea belajar tentang rahasia Agartha, termasuk sumber energi tak terbatas. Teknologi pengobatan canggih, pengetahuan spiritual yang mendalam.

Dan Hubungan dengan makhluk lain di alam semesta.

Setelah beberapa minggu di Agartha, tim Dr. Lea harus kembali ke dunia luar. Raja Arin memberikan mereka sebuah peringatan: jangan ungkapkan rahasia Agartha kepada dunia luar, karena manusia belum siap menerima kebenaran.

Dr. Lea dan timnya kembali ke dunia luar, membawa serta pengetahuan dan pengalaman yang tak terlupakan. Mereka memutuskan untuk menjaga rahasia Agartha, tetapi terus melakukan penelitian dan eksplorasi untuk memahami lebih lanjut tentang peradaban rahasia tersebut." Kisah Hellen.

"Tembok Antartika?" Yuna berbaring kepala di paha Huda.

"Ya, aku suka buku-buku petualangan tentang menjelajah benua di balik tembok es Antartika...

Ada lagi...

Dr. Sofia Patel, seorang ilmuwan geologi, dia memimpin tim ekspedisi ke Antartika untuk meneliti struktur misterius yang dikenal sebagai Tembok Antartika.

Dia bersama Dr. Liam Chen, fisikawan.  Kapten James "Hawk" Wilson, navigator. Dr. Maria Rodriguez, biolog.

Dan Insinyur teknologi, Alexei Petrov.

Tim berangkat dari Stasiun Penelitian McMurdo, Antartika, dengan menggunakan kendaraan lapis baja. Mereka melintasi es dan salju tebal, menghadapi badai dan suhu ekstrem.

Setelah tujuh puluh dua jam perjalanan, mereka mencapai Tembok Antartika, struktur vertikal setinggi tiga ratus meter yang membentang sepanjang seribu kilometer.

Kemudian tim menemukan pintu masuk tersembunyi di balik es. Mereka memasuki gua dan menemukan struktur arsitektur kuno, simbol-simbol tidak dikenal, dan teknologi canggih yang tidak teridentifikasi.

Mereka kemudian baru lah menyadari bahwa Tembok Antartika adalah pintu gerbang ke peradaban tersembunyi.

Tim lalu menemukan kota bawah tanah yang dihuni oleh makhluk humanoid dengan teknologi maju. Mereka bertemu dengan pemimpin peradaban, Ratu Aethera.

Ratu Aethera menjelaskan bahwa peradaban mereka, yang disebut Aethereia, telah hidup selama sepuluh ribu tahun dan mengembangkan teknologi untuk melindungi bumi dari ancaman eksternal.

Tim Sofia dihadapkan pada konflik moral: apakah mereka harus mengungkapkan keberadaan Aethereia kepada dunia atau menjaga rahasia untuk melindungi peradaban tersebut.

Tim Sofia memutuskan untuk menjaga rahasia Aethereia. Mereka kembali ke dunia luar dengan pengetahuan baru dan perspektif yang berbeda tentang Bumi dan peradabannya." Kisah Hellen lagi.

"Jadi maksudmu apa?" Harun berbalik badan.

"Dibandingkan dengan menjadikan setan sebagai khodam, lebih baik kita berkomunikasi dengan mahluk yang ada di luar tembok es Antartika sebagai rekan. Supaya kita bisa cepat meyelesaikan masalah satanis ini..." Usul Hellen.

"Aethereia, aku sepertinya pernah mengenal tempat itu dalam mimpiku..." Yuna lirih.

"Benar kah?" Hellen antusias. Yuna mengangguk.

"Aku pernah bermimpi menaiki menara masjid dan di langit ada perahu berlabuh. Aku menaikinya dan berlayar di atas awan... Jauh sekali sampai berganti-ganti kapal... Sampai akhirnya aku diturunkan di sebuah jempatan yang sangat panjang... Aku berjalan kaki menyusurinya sampai menemukan sebuah gerbang pintu raksasa di benteng luas dan megah yang melintang menutupi bagian timur... Di situ aku lewat dan masuk ke kerajaan asing itu..." Kisah Yuna.

"Terus?" Huda ternyata kepo.

"Aku belum tahu sebelumnya istilah Hur Al-'Ayn adalah memang julukan ratu bidadari di surga menurut risalah Islam. Negeri itu sepenuhnya diisi oleh perempuan berhijab tertutup dengan gaun putih panjang.

Aku memasuki kerajaan itu dengan terus menyusuri jembatan yang tadi dipotong gerbang benteng... Di bawah jembatan itu adalah jurang hitam, gelap, dalam... Lalu ada seperti peradaban kota di seberang sana... Semua bangunannya berwarna putih dan berkubah-kubah...

Aku berjalan lurus ke depan di jalan utama kota yang lebar, karena aku tertarik dengan istana putih megah di ujung jalan itu. Aku memasukinya dan disambut seorang perempuan bernama ratu 'Ayn...

Nah, entah kenapa... Aku bisa berbicara dengan dia padahal bahasanya berbeda denganku, dia bisa memahami setiap ucapanku begitu pun aku terhadapnya...

Sampai aku mengeluarkan botol berisi kertas, entah aku dapat dari mana... Dan bagaimana bisa... Dia menerima pemberianku itu dan membacanya tapi tidak mampu.

Sampai dia memanggil pelayan dan berkata: apakah di sini ada jin dari negerinya Iblis? Katanya.

Lalu pelayan perempuan membawa seorang pria berbaju serba hitam dengan sorban di kepalanya seperti orang Arab gitu...

Pria itu ternyata jin penterjemah antar bangsa atau juru bicara negeri itu... Dia membaca apa yang ditulis di kertas yang seperti surat itu tapi si ratu dan pelayan bingung tidak mengerti bahasanya... Aku juga jadi bingung...

Akhirnya pria jin itu mengeluarkan sekantong plastik berisi cicak. Dia menyuruh orang dalam istana untuk memakannya. Dan setelah aku juga jadi ikut menelan binatang itu... Astaghfirullah, aku jadi paham bahasa si pria itu..." Kisah Yuna.

"Apa yang jin itu bacakan?" Kepo Anderson.

"Aku Iblis, raja dari segala jin yang berurusan di bumi. Aku tidak akan pernah berkawan dengan kalian dan tidak akan pernah berbelas kasih juga memaafkan jika kalian ikut campur dengan urusanku apa lagi jika membantu gadis pembawa surat ini dalam urusan untuk melawanku..." Sebut Yuna.

"Duh kok aku jadi merinding!" Harun menggosok lengannya.

Hellen dan Adwin berpandangan. Anderson terlihat merenung.

"Kalian tahu tidak? Bapakku itu mengajarkan aku kalimat doa... untuk membuat mata batin terbuka supaya aku bisa bertemu dengan kembaranku sendiri... Atau qarin... Dan... Setelah aku amalkan doa itu, aku hataman al-Qur'an, aku berzikir dan bershalawat sampai pagi menjelang pukul tujuh...

Aku seperti terpanggil keluar dan melihat langit... Sangat biru dan mirip kubah masjid... Awan berputar mengelilingi atap rumahku seolah mereka berpusar.. tercium aroma roti gandum dan susu di udara lewat angin sejuk yang pelan saat itu..." Pengakuan Yuna.

"Sungguh?" Hellen tercengang.

"Ya... Dan setelah sholat Ashar!

Aku mendengar terompet sangat mengerikan!

Ada suara terdengar dari jauh, seperti suara binatang buas.. seperti kerbau.. menyeru dengan bahasa gelombang gitu... Tapi aku tahu maknanya... Katanya: ayo berkumpul, ada musuh baru, satu orang ini bisa melawan tujuh ribu pasukan kita!

Seolah dia itu menyindirku gitu!

Dan aku berbalik badan, aku melihat sosok benar-benar mirip sekali denganku, memakai busana serba putih dan berhijab, berkata: Iblis adalah musuh manusia! Iblis adalah musuh manusia! Iblis adalah musuh manusia! Katanya.

Dengan wajah serius, garang, matanya tajam tapi tidak seram... Tenang tapi cadas gitu... Tegas gitu... Sambil menunjukkan jari telunjuk ke langit, dia berdiri..." Yuna memperagakan.

"Aku kucek mata dia ga hilang-hilang gitu... Tapi setelah mengatakan itu ya dia lenyap!" Keluh Yuna.

"Maafkan aku..." Huda mengusap kepala Yuna lembut penuh penyesalan, dia terlambat mengenal Yuna lebih dalam, saat mendengar cerita adiknya itu dia merasa dadanya seperti digempur bola beton.

"Aku juga minta maaf, aku khilaf..." Yuna meraih tangan Huda dan mengusapnya lembut.

Anderson terlihat terdunduk sangat rendah tenggelam dalam masa lalunya yang teringat sangat keji.



Comments

Popular Posts