Bab 16 Yuna

 "Itu lah yang saya maksud satanis tertinggi sampai punya pulau benua besar di luar tembok antartika... Konon katanya hehe... Mereka ini nih..."  Kyai Jalil.

"Ratu global dunia yang di kingdom Red Devil itu kah?"

"Ya itu, ratu Red Devil... Freemason mungkin kalau di Jawa tuh orang Kejawen... Mungkin orang yang akrab sama ratu laut kidul... beragama Islam tapi miara keris... Mereka tidak terlalu gimana gimana... Masih budayawan tapi yang satu ini lain... Levelnya lebih di atasnya memang keturunan penyihir...

Ga ada yang tahu latar belakang dia, semua menutup mata gitu lho...

Ratu ini punya protokol agenda... Namanya Project Rainbow atau Projek Pelangi. Itu untuk sampai tahun dua ribu tiga puluh! Dia mengesahkannya dengan tanda tangannya! Projek ini punya nama lain...

Namanya Matrix Saturn God is Woman. Projek menjadikan Tuhan sebagai perempuan. Nama sekte ini Wadget tirple three. Atau Wadget tiga tiga tiga. Menganggap Tuhan itu feminis dalam tubuh laki-laki. Jadi mereka ini membawa paham Tuhan itu penyuka sesama jenis atau maaf.. g.a.y gitu... Ini sesat ini ajaran!" Jelas Kyai Jalil.

"Ya saya pernah dengar itu Pak Kyai.. bahkan maaf nih, ya... Dulu saya didoktrin begini...

Muslim itu mengelilingi Kabah itu mirip ritual paganisme... Itu sama aja kok kayak penyembahan saturnus... Saturnus kan Simbolik Setan... dan apa pun dalam simbol energi saturnus itu sifatnya feminine... Sebenarnya Tuhan itu jiwa yang feminine yang menjadikan dirinya sosok maskulin... Selalu ada dualisme sepasang kekasih lingga yoni... Antara Allah - Muhammad, Allah - Isa, ada Bathara Brahma - Bhatara Wisnu. Maka itu seharusnya ritual penerimaan kelompok dilakukanlah ritual kikuk kikuk sesama sebagai tanda tertinggi memuliakan sifat feminine Tuhan yang tersembunyi..." Kata Harun si mantan penyembah pohon beringin.

"Nah ratu ini, menganut ajaran ini nih!" Kyai Jalil.

"Bisa tidak kita akhiri ratu ini? Karena dia itu mendukung pemusnahan massal juga..." Adwin protes.

"Belum saatnya... Setan di jasad si ratu itu belum terbuka pelindungnya... Ada seorang imam hafiz al-Qur'an yang bertugas untuk memecahkan pelindung kepala jin itu!" Kyai Jalil.

"Di mana beliau sekarang?" Antusias Huda.

"Di Indonesia! Di Pulau Gadung - Jakarta Timur!" jelas Kyai Jalil.

"Waduh! Seriusan Kyai? Dia akan memecahkan tempurung pelindung kepala setan itu?" Harun.

"Ya! Setelah pecah! Kita akan serang jin kafir di badan ratu itu sampai jin itu mati! Memang dia lah pemimpin paling bengis, nomor satu saat ini di dunia!"

"Kyai, ajak saya bergabung ke kemiliteran langit!" Yuna mantap.

"Saya yakin Mbak pasti akan mengatakan itu!"

"Kenapa?"

"Saya melihat jiwa Mba bersih!"

"Lantas bagaimana kami?" Anderson.

"Kalian bisa fokus ke alat bencana alam dan mencari kabar terkini satanis di luar negeri karena rata-rata ya dari luar negeri yang banyak tingkah... Saran saya kalian kerja saja di sini.. saya mau memperlebar pondok pesantren saya sampai ke Amerika sana..." Papar Kyai Jalil.

"Saya mau ikut!" Semangat Huda.

"Saya akan jadikan Gus Huda sebagai tangan kanan saya Mas!" Tegas Kyai Jalil.

"InsyaAllah saya siap!"

"Dan saya yakin Gus Huda adalah orang yang akan membinasakan jin laknatullah itu!"

"Bagaimana bisa?" Yuna.

"Di mata Gus Huda ini ada tulisan seperti memang itu misi dia lahir ke dunia ini... Sabar nggih, Mas!"

"Siap Kyai, InsyaAllah saya menunggu saat itu.." sedia Huda.

Sejak saat itu Yuna berlatih mengasah kemampuannya dalam memelankan bathin. Dia mengatakan mondok ikut Huda yang kerja di Pondok Pesantren Banyuwangi sehingga sang Ayah bersedia melepasnya.

Yuna meski pun belajar diam-diam karena Ayahnya akan melarang, dia berkeras kepala ingin belajar. Sementara Anderson kembali ke Denmark untuk meningkatkan level Masonic-nya.

Adwin merancang perangkat pendeteksi lokasi colt Aurora dengan meretas berbagai satelit, tugasnya sangat rumit, alat ini dinamakan ORX.ORC. dan membutuhkan banyak bantuan dalam mengoperasikannya. Dia menciptakan bahasa baru matematika sehingga teknologi kecerdasan buatan tidak mampu menterjemahkannya dan perintahnya membuat system error. Sehingga membuat Colt Aurora mengalami blank dan shut off.

Sementara itu Huda membantu Kyai Jalil mengurus kerjasama dengan lembaga Pondok Pesantren Darul Jannah di Jakarta yang menerima mantan penganut Satanisme dan memberikan pendidikan agama Islam. Pondok Pesantren ini memiliki cabang di New York sejak tahun satu sembilan empt enam. Lembaga ini berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam di Amerika Serikat.

Pondok Pesantren Darul Jannah juga memiliki rekan Pondok Pesantren Nusantara Purnadhani berlokasi di New York, yang juga merupakan lembaga pendidikan Islam yang mengadopsi model pondok pesantren seperti yang ada di Indonesia. Lembaga ini bertujuan untuk membangun komunitas Muslim yang kuat dan berkontribusi pada masyarakat Amerika Serikat.

Kyai Jalil kemudian mengajak Huda bersilaturahmi ke  Pondok Pesantren Al-Ikhlas di  Bogor, Jawa Barat yang memiliki program rehabilitasi spiritual untuk mantan penganut Satanisme. Lalu mereka ke Pondok Pesantren Al-Hidayah Cianjur, Jawa Barat yang menawarkan program pendidikan agama Islam untuk mantan penganut Satanisme. Mereka ke sana untuk merekrut santri yang sudah matang untuk bisa dijadikan pasukan raqi menarik banyak jin kafir di kantor pemerintah dan dari jasad anggota pemerintah. Dan setelah selesai, mereka terbang ke Amerika menuju cabang Darul Jannah untuk melihat situasi kesiapan santri mantan satanis di sana apakah ada yang sudah siap bergabung dengan agenda Kyai Jalil.

Sembari semuanya berjalan, Pierre dan Hellen menjelajah dunia melakukan banyak seminar dan mencari sukarelawan yang mau bergabung dengan komunitas Light Worker yang mereka bentuk di bawah pengawasan Kyai Jalil.

Dalam kondisi berpencar itu, dan ketika Huda memutuskan untuk ikut ke Amerika, Yuna memutuskan melakukan penelitian tentang pangkalan pusat UFO di Indonesia. Yuna mendapatkan itu ternyata ada di Sumatera. Sehingga dia memutuskan untuk ke Medan. Di sana Yuna melakukan belajar mandiri membuka keilmuwan ghaibnya.

Cerita ini mulai menarik karena semakin banyak permusuhan yang mereka hadapi masing-masing. Dalam fase ini, komunikasi Yuna dan Huda semakin merenggang karena kesibukan.

Yuna melanjutkan membangun komunitas di media sosialnya dibantu oleh Harun yang memantau keamanan akunnya.  Sampai suatu hari Yuna menemukan sebuah akun yang menawarkan jasa membuka mata bathin online jarak jauh, sepertinya itu dari sekte di Bogor yang mengaku bisa meraga sukma melewati langit ke tujuh.

Yuna menyamar menggunakan akun palsu untuk bergabung ke komunitas akun itu tapi justru malamnya dia bermimpi didatangi oleh sosok resi berjubah putih, di sekelilingnya adalah api merah kehitaman dan terdapat seperti pesisir pantai namun anehnya seluruh daratan adalah api bahkan lagitnya memerah.

"Assalamu alaikum. Mau apa kamu berhubungan dengan orang munafik?" Kata kakek resi berjubah putih, berambut putih panjang dan berjenggot panjang lengkap dengan kumisnya.

"Saya mau belajar ilmu ghaib, sekalian menguji mereka sekte apa..."

"Mau apa kamu dari belajar ilmu ghaib? Kenapa kamu ingin berkemampuan ilmu ghaib?" Kata kakek itu.

"Saya ingin mengenal kehidupan setelah mati" jawab Yuna dalam mimpi.

"Kalau begitu berjalan lah di atas api neraka ini! Jika jawabanmu benar maka kamu akan selamat!"

Mendengar itu, Yuna menelan ludah. Dia mencoba untuk melewati kobaran api yang melalap batu bara di pesisir pantai itu. Jika tubuh Yuna terbakar maka dia akan lompat ke air pantai itu untuk mendinginkan diri.

Yuna akhirnya berjalan memberanikan diri ke atas batu bara itu dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan menolongnya dari kobaran api.


Yuna menginjakkan kakinya ke bara api dan api itu langsung memeluk tubuh yuna dengan suhu sangat panas yang berbeda. Panas api itu tidak hanya menyentuh kulitnya saat berinteraksi dengannya namun langsung melahap jeroan dalam jasad Yuna. Sampai Yuna terpelanting sebelum bisa melewati setengahnya, membuat Yuna sadar dari mimpinya dengan tubuh memerah padam dan megeluarkan keringat deras bercucuran, suhu tubuhnya dalam derajat tinggi namun seperti tanpa ampun dalam beberapa kali menarik oksigen ke dalam paru-parunya, sukma Yuna langsung tertarik lagi masuk ke dimensi ghaib tadi untuk menjumpai sosok kakek resi yang sama.

"Untuk apa kamu ingin memiliki ilmu ghaib?" Langsung sosok itu bertanya lagi tanpa menyambut.

Yuna yang baru saja sampai kembali ke tempat itu langsung menjawab dengan ngos-ngosan.

"Supaya aku bisa membuktikan kalau Allah itu nyata di dunia ghaib!"  Jawab Yuna.

"Maju lah!" Resi itu dengan nada tenang.

Yuna berjalan lagi menuju bara api yang menyalak-nyalak menjadi kobaran hitam oleh efek membakar tubuh Yuna yang penuh dosa di penyebrangan pertama tadi.

Dan saat melewatinya, api itu tidak terasa sepanas yang awal. Namun tetap saja membuat Yuna terpental sebelum hampir bisa menyebrangi semua api itu. Yuna sampai sadar dari mimpinya lagi dan berguling-guling ke lantai kamar mencari air di kamar mandi tapi tanpa ampun matanya memberat seperti ada beban dan sukmanya terseret kembali ke dimensi itu.

"Untuk apa kau ingin memiliki ilmu ghaib?!" Seru leluhur Yuna itu.

"Ini pertanyaan terakhir!" Tegasnya lagi.

"Aku ingin mengenal Allah lebih dekat lagi!!!" Jawaban dari hati Yuna tanpa pikir panjang tanpa diduga oleh Yuna sendiri bahwa keinginan itu lah yang terpendam.

"Aku ingin melihat Allah! Aku ingin tahu siapa penciptaku!!! Aku tidak ingin salah dan tertipu oleh yang mengaku-ngaku sebagai tuhan!" Kali ini Yuna bahkan menjawab dengan marah namun marah kesedihan dengan penuh rasa takut.

Resi itu membuka tangan mempersilahkan menyebrang tanpa berkata-kata.

Yuna kali ini pelan-pelan beranjak. Ada ketakutan dalam jawabannya tadi, seolah apakah itu diperbolehkan punya keinginan seperti itu. Apakah itu tadi takabur. Dosa kah dia ingin melihat wujud Allah.

Betapa terkejutnya Yuna, saat dia menyebrangi bara api yang menyala itu. Apinya terasa sangat sejuk seperti angin di pagi hari yang menembus sampai ke tulang-tulang. Dia melewati api itu dengan hati-hati dan tenang sambil terkagum-kagum.

"Allahu akbar!!"  Yuna menangis berteriak atas kebesaran ilahi yang baru saja ia saksikan.

Api itu memutih bercahaya sekilat bagai petir seketika saat emosi Yuna meledak. Dengan langsung jatuh tersujud di pasir pantai yang lautnya dialiri api di atasnya.  Dia langsung memohon ampun, meminta ibu dan ayahnya diampuni dosanya dan diberikan hidup layak di sorga.

"Cucuku, jangan kau berguru ilmu ghaib kepada manusia. Guru ilmu ghaib itu hanya lah Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya maka tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata Lauh Mahfuzh." Resi itu membacakan Al-An'am ayat  lima sembilan.

Yuna beranjak bangkit dan berdiri.

"Ilmu ghaib itu punya wujud, wujud sebenarnya dari ilmu ghaib itu adalah api neraka yang menyembunyikan kesucian Allah dari hati-hati yang najis. Jika manusia mengucapkan sesuatu apa pun tentang keghaiban degan mengarang kedustaan maka api itu tidak segan-segan akan melahapnya!" jelas Resi itu lagi.

"Baik, Resi..." Kata Yuna kepada Resi yang mata, lubang hidung, lubang telinga dan mulutnya mengeluarkan cahaya itu.

"Tidak semua sejarah dan  fitnah dajjal itu adalah urusanmu, ingat cucuku jika Allah belum ingin membuka kebenaran nyata suatu berita maka kau juga harus diam dan berhenti mencari... Karena di sana akan datang seseorang yang membukanya, itu tanda orang yang harus kamu ikuti dan jaga dari jarak jauh! Ingat pesanku baik-baik, gunakan lah kemampuanmu sekarang sebaik-baiknya dan buat lah kebaikan untuk umat manusia dan alam semesta!" Resi itu menyadarkan Yuna dari tidurnya.

Tubuh Yuna mendingin dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya sampai bajunya pun kebes oleh air.

Yuna membuka matanya lebar-lebar dan bernafas tenang namun degup jantungnya berpacu seperti kuda perang.

Yuna mengangkat kedua tangannya dan memandangnya.  "Ini beneran aku udah punya ilmu ghaib?" Heran Yuna merasa tidak ada perubahan dia rasakan selain ketenangan hati.

Sesungguhnya di dunia ini Allah tidak menciptakan ketenangan karena hidup tenang hanya ada di sorga. Namun betapa beruntungnya seseorang jika dia bisa hidup di dunia dengan ketenangan, berarti dia mencicipi sebagian kenikmatan di sorga sebelum memasukinya. Dan ketenangan ini hanya akan didapatkan oleh orang yang sudah mengenali siapa Penciptanya dengan keyakinan yang nyata. Ini lah ilmu ghaib yang sejati karena di akhir jaman manusia akan menghadapi tuhan palsu, itu adalah ujian di dunia yang paling berat bagi umat manusia.

Yuna keluar dari kamarnya menuju balkoni dan di sana dia melihat ada dua UFO terbang dari utara ke selatan. Mata Yuna terbelalak. Dia melihat keduanya membuat lingkaran di kejauhan dengan laser dan melesat menubruk lingkaran di udara itu kemudian lingkaran itu lenyap setelah menelan UFO itu.

"Ternyata langsung bekerja..." Yuna megucek-ngucek matanya.

Yuna mulai berpikir malam itu, diambilnya sebatang rokok yang dia umpetin di lemari dan berpikir di balkoni.

"Aku harus bisa berinteraksi dengan Allah tapi bisa aku dokumentasikan itu dan itu memang tidak aku buat-buat... Harus dari proses fisika alami... Sepertinya awan bisa dijadikan media... Dari pada aku interaksi dengan jin... Sepertinya aku harus banyak belajar ini..." Yuna mulai menyusun memorinya agar bisa berpikir.

Waktu menunjukkan pukul setengah tiga malam waktu itu di Medan. Yuna menelpon Adwin yang ada di Moscow, di sana sedang jam sepuluh tiga puluh malam.

'Assalamu alaikum..'

'Wa alaikum salam wa rahmatullah, Yuna. Ada apa?'

'Adwin, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu..'

'Katakan Saudari!' Antusias Adwin.

'Jelaskan semua kepadaku tentang betapa waktu, kejadian di setiap hal dan apa pun di dunia ini bukan lah karena kebetulan, ada keterlibatan rumus dengan hitungan angka, dan kemungkinan besar tidak ada namanya kebetulan, sehingga ada peluang manusia bisa berkomunikasi dengan Allah lewat angka di al-Qur'an jika memang tidak ada namanya kebetulan! Karena al-Qur'an itu ucapannya Allah gitu... Seharusnya itu juga bisa dijadikan alat komunikasi dengan Allah dengan rumus penjumlahan numerlogi... Apa kau setuju?" Tanya Yuna.

"Pertanyaanmu ini sangat kompleks dan bagus sekali!

Konsep yang kau bilang tadi itu dikenal sebagai Kodifikasi Alam Semesta atau Bahasa Matematika Alam Semesta. Beberapa fakta menarik tentang peran angka dan rumus dalam penciptaan semesta, contohnya itu ada di Konsep Matematika Rasio Emas atau Phi, di situ ada rumus satu koma enam satu delapan kosong tiga tiga sembilan delapan delapan tujuh lima sekian, nilai ini muncul dalam struktur banyak fenomena alam, seperti spiral, daun, dan atom.

Rumus Geometri Fraktal dengan Pola self-similar ada dalam  struktur alam, seperti awan, gunung, dan sungai.

Rumus Kisi Kristal Struktur atomik yang teratur dalam mineral dan logam.

Bahkan di al-Quran ada Rasio matematika sembilan belas di Surat Al-Muddassir ayat tiga puluh sampai tiga satu menyebutkan angka sembilan belas sebagai simbol kesempurnaan.

Surat Al-Fatihah memiliki tujuh ayat, tujuh kali menyebut Allah. dan Al-Quran memiliki tujuh surat yang dimulai dengan kata Al-Hamd. Langit itu dijelaskan juga ada tujuh lapis. Itu disebutkan dalam Surat Al-Baqarah: Dia-lah yang menciptakan untukmu semua yang ada di bumi, kemudian Dia menuju langit dan menghamparannya menjadi tujuh langit. Surat Al-Mu'minun : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh langit. Surat Al-Furqan : Dan pada hari itu, langit terbelah menjadi tujuh lapis. Surat Al-Saba' :Dan Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh langit. Surat Al-Mulk : Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.

Dan tentang salah satu contoh kemungkinan manusia bisa beromunikasi dengan Allah lewat penjumlahan numerologi ayat, itu harus kamu hubungkan dengan circumtance atau waktu misalkan kapan kamu sedang bertanya, dan tanggal lahir kamu juga sebaiknya kamu sertakan dalam operasinya karena itu jawaban untukmu pribadi jika memang ingin bukti korespondensi.

Contohnya sekarang adalah pukul sepuluh tiga sembilan malam di Moscow, aku lahir tiga Agustus satu sembilan delapan tiga, aku bertanya apa kita bisa komunikasi dengan Allah dengan al-Qur'an. Kita jumlahkan semua angka itu. Numerologi lahirku adalah tiga dua. Numerologi hari ini adalah empat belas Desember dua ribu tiga belas adalah tiga belas. Tiga dua ditambah tiga belas adalah empat lima. Empat ditambah lima adalah sembilan.

Maka kita bisa cek surat empat lima di sekitar ayat sembilan atau surat sembilan atau surat sembilan ayat sembilan... Coba kamu lihat di al-Qur'an sekarang apa yang tertulis di situ!' Jelas Adwin.

Yuna mengambil kitab terjemahan al-Qur'an lalu membacakan artinya kepada Adwin

'Allah berfirman di surat at-Taubah ayat sembilan: mereka memperjual-belikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi orang dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan.

Dalam al-Jasiyah ayat delapan : yaitu orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepadanya, namun dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka peringatkanlah dia dengan azab yang pedih.

Dalam al-Jasiyah ayat sembilan : Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka (ayat-ayat itu) dijadikan olok-olok. Merekalah yang akan menerima azab yang menghinakan.'

'Subhanallah itu lah jawabannya dari Allah untuk pertanyaanku secara pribadi tadi...

Kenapa kamu harus menyertakan tanggal lahirmu, karena itu identitasmu sebagai penanya. Sekali pun lahir oleh operasi, semua waktu kelahiran kita sudah ditulis sebelumnya di Lauh Mahfudz. Sebagai bukti bahwa di dunia ini tidak ada unsur ketidak kesengajaan dari Allah.' Adwin merasa terberkati dengan penelitian dadakan ini berkat panggilan dari Yuna yang kebetulan juga sebagai jawaban untuk kesumpekan hati dan kemelut pikirannya.

'Subhanallah!" Yuna terkagum.


57

Comments

Popular Posts