Bab 20 Amartha
'Apa ga bahaya Mba, akan banyak benturan energi sesama anak Indigo dan penjaga ghaib mereka kalau ga selaras, bisa-bisa pada pusing dan pingsan...'
'Dicoba dulu aja, tenang ada Mas Amartha... Mas Amartha bisa itu bantu membina orang banyak... Saya percaya, dia bukan orang sembarangan...
Nanti setelah acara itu, baru saya sendiri yang urus masalah Mbah Yai Sofwan yang di Magetan...' kalem admin empat empat end.
'Ba baik..'
'Yaudah... Saya pamit dulu... semoga acaranya kelak lancar dan sukses, Om swastyastu....'
'Astungkara...Om swastyastu...' percakapan via telepon pun berakhir.
"A Harun..." Wajah Amartha berubah serius.
"Ada Mas?" Harun jadi ikutan serius.
"Mumpung Aa ada di sini, saya mau mengatakan sebuah rahasia... Mungkin sudah banyak orang pribumi yang tahu soal kabar ini... Tapi saya ingin memastikan apa kah rahasia ini sudah benar-benar diketahui orang lain..."
"Apa itu Mas?" Aditya pun penasaran.
"Begini... Minggu lalu saya ketemu cewe Belanda namana Shopia van Djik... Dia kuliah semester lima di universitas sini... Saya ketemu pas jalan-jalan di Malioboro sama rombongan kantor... Bukan saya yang deketin dia... Dia yang menghampiri saya duluan..."
"Terus Mas mau ngenalin itu cewe ke saya gitu? Wah maturnuwun sekali lho saya ini jomblo memang Mas!" Aditya.
"Hehee... Ya nanti saya kasih nomor kontaknya.."
"Kalo soal cewe aja gercep banget Aditya ini.." Harun manyun.
"Hahaha, canda... Lanjut Mas, maaf.."
"Nah... Dia deketin saya tuh... Kita tukeran nomor, dia yang minta duluan nih, mungkin seleranya sama cowo gemoy chubby menggemaskan seperti saya ini ya makanya... Saya sih biasa aja ngasih nomornya ke Bli Aditya..." Mukanya ngece.
"Hahahha! Jancuk ane..."
"Hahaha"
"Wah, asli peristiwa langka ini..." Harun terkekeh.
"Usut punya usut setelah chatting basa-basi ya kan... Saya ditanyain tuh, kamu kemarin ke Malioboro makai baju spesial apa tidak merasa berbahaya? Katanya. Saya mikir ini maksudnya apaan gitu ya..."
"Loh, baju spesial apa itu Mas? Apa bajunya motif kembang-kembang mirip gambar anunya cewe?" Harun memperhatikan.
"Ga ada sih A, namanya juga bule katrok, saya cuma memakai bros abdi ndalem aja di jaket.."
"Oh, mungkin basa-basi ya"
"Bisa jadi Bli, so after that... Itu bule ngajak ngomongin serius.."
"Ngajak check in Mas? Masalah perkawinan?"
"Bukan, Bli!"
"Jadi?"
"Nah jadi dia bahas masalah sejarah Majapahit, dia udah mulai cerewet itu cerita menunjukkan betapa dia sudah hapal betul itu di masa lalu Kerajaan Majapahit dan Islam memiliki sejarah mulai dari cerita didirikannya oleh Raden Wijaya tahun satu dua sembilan tiga, di abad empat belas Islam mulai masuk ke Jawa melalui perdagangan dan penyebaran oleh ulama dari Arab, Persia, dan Gujarat sampai akhirnya ke Tuban dan Gresik.
Tahun satu tiga delapan sembilan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, meninggal, dan kerajaan mulai melemah. Pada abad lima belas, Islam mulai menyebar ke pedalaman Jawa, dan beberapa pangeran Majapahit memeluk Islam. Pada tahun satu empat empat puluhan Raden Patah, putra Prabu Kertabhumi, memeluk Islam dan mendirikan Kesultanan Demak.
Pada tahun empat belas tujuh delapan, Raden Patah mendirikan Kesultanan Demak dan menjadi Sultan pertama. Demak menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa dan mengalahkan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha lainnya. Sampai akhirnya pada tahun lima belas dua puluh-an, Demak menguasai Majapahit dan mengakhiri kekuasaannya.
Pada lima belas delapan enam Sutawijaya mendirikan Kesultanan Mataram dan menjadi Sultan pertama.
Mataram menjadi kekuatan Islam terbesar di Jawa dan mengembangkan agama Islam. Pada abad ke-tujuh belas Mataram mengalami perpecahan dan melemah.
Dia jelasin itu semua saya jawab ya betul!
Tapi kemudian dia bilang sesuatu, si Shopia ini bilang: tahu kah kamu kenapa Mataram melemah dan pecah? Karena ada campur tangan para satanis pribumi. Dia pernah bermimpi melihat pribumi saling serang, ada kubu okuktisme yang tidak senang dengan adanya pemuka Islam di tanah air ini.
Lama setelah Mataram melemah, datang lah penjajah. Mereka ini kebanyakan anggota sekte, mereka mendukung gerakan okultisme pribumi, makanya jaman dulu banyak dukun yang mau dibayar sama penjajah.
Dan sesungguhnya dendam-dendam dari okultis pribumi itu sampai sekarang masih ada dan mereka ingin mengembalikan kondisi Jawa seperti sedia kala sebelum ada Islam. Saya kaget denger itu!"
"Nah, trus gimana Mas?"
"Ada kumpulan sekte okultis yang ingin supaya pemuka Islam dibunuh... Mereka terus saja menghasut supaya Kyai dibunuh...
Sebelum Kedatangan Belanda tahun lima belas sembilan enam pembantaian kyai oleh Raden Patah udah terjadi di tahun lima belas dua puluhan. Kyai-kyai yang menentang kebijakan Raden Patah dibunuh.
Pembantaian ulama oleh Sultan Demak, Pati Unus di tahun yang sama. Ulama yang menentang kebijakan Pati Unus dibunuh.
Nah ini selama Masa Kolonial Belanda tahun lima belas sembilan enam sampai sembilan belas empat dua, di situ ada pembantaian kyai oleh Sultan Agung Amangkurat satu untuk Ulama yang menentang kebijakan Sultan Agung dibunuh yang dilakukan di tahun enam belas empat tujuh.
Pembantaian kyai di Kartasura oleh Pakubuwana dua, Kyai yang menentang kebijakan Pakubuwana dua dibunuh, itu terjadi di tahun tujuh belas empat tiga.
Ini yang parah Perang Cirebon lima belas enam delapan sampai lima belas tujuh puluh. Gara-gara konflik antara Kesultanan Cirebon dan Mataram yang melibatkan kyai.
Dan tokoh-tokoh tukang mengadu domba ini punya keturunan yang didoktrin, mereka senantiasa siap sedia kalau disuruh bunuh Kyai jarak jauh. Mereka kirim black magic, bikin orang gila dari jarak jauh terus bikin orang gila itu lari untuk membunuh Kyai di depannya." Jelas Amartha.
"Banyak kalo cuma sengkuni mah yang anti banget sama Islam di lingkunganku juga banyak karena mereka benci sama teroris dan tuduhan sesat ke orang non muslim yang muja dan ritual. Sekarang mereka menyerang di media sosial..." Aditya.
"Mereka yang menghujat itu bukan Muslim yang paham budaya dan filosofi sejarah di Nusantra Bli, harap maklum, tahu dikit agama sudah sok-sok-an, dan pihak yang ga suka sama Muslim sama saja mereka ga kenal orang Muslim yang asli..."
"Iya Mas saya maklum, kita ini dihasut oleh hawa jahat...."
"Kita musti temuin cewe Belanda ini!" Harun.
"Gimana sama Meet Up-nya?"
"Nah kita undang dia... Maksud dia apa ngomong begituan?"
"Dia bilang dia pernah kemah di sebuah gunung di Jawa Tengah, di tengah hutan dia tersesat lalu menemukan sebuah perkampungan aneh... Orang-orangnya melakukan ritual sihir untuk membunuh para alim ulama..."
"Lah dhalah serius Mas?"
"Serius A, dia mau saya ke tempat itu untuk menumpas!"
"Wah ini kalau lawannya dukun-dukun begini gimana kalau kita keroyok rame-rame!"
"Kita ketahui dulu di mana alamat mereka ini!"
Harun segera mengambil gawai dan mengirim undangan member untuk ngopdar.
'Home Sacralist, Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Dear Comrades, kami mengajak Anda berpartisipasi dalam acara Latihan Meditasi Bersama. Detail acara: lima belas Februari dua ribu empat belas, pukul enam pagi di Taman Budaya Semarang. Mohon konfirmasi kehadiran Anda supaya daftar acara segera kami siapkan.. Sekian pengumuman dan informasi kami sampaikan, terima kasih... Wilujeng Rahayu... Your admin beta.'
Tidak lama setelah pengumuman itu datang lah balasan pesan dari member, ada tujuh belas orang akan hadir besok jam enam pagi, rumah mereka ada di Semarang.
Keesokan harinya mereka berkumpul, dengan riang gembira mereka saling memperkenalkan diri. Kesemuanya adalah orang asli Semarang. Mereka terdiri dari anak Indigo, Starseed dan Kristal yang terverifikasi dan terkonfirmasi kemurnian DNA-nya lewat metode perhitungan yang diciptakan oleh admin empat empat end atau Yuna. Metode efektif ini bahkan bisa mengemukakan warna aura dasar seseorang sebelum membuktikannya ke mesin pendeteksi aura. Artinya tanpa mesin dan tes DNA di laboratorium, cukup menggunakan angka, Yuna bisa memperkirakan lewat perhitungan tentang siapa seseorang itu.
Tujuh belas orang itu kini sudah hadir lengkap, dengan membawa kartu member masing-masing mereka mengisi daftar hadir. Di tim Indigo ada lima orang bernama Arka Widyanto seorang guru olah raga SD, Kailani Nugroho seorang mahasiswa semester tujuh, Aksara Pradana seorang pelukis, Nayla Sutanto seorang penulis dan Bintang Wahyudi seorang vlogger.
Di Tim Starseed ada enam orang yang hadir yaitu Astrid Widyastuti seorang pemilik toko bunga, Rizki Andhika Pratama seorang mahasiswa semester empat, Lintang Kusuma Wardhani seorang mahasiswa kedokteran yang akan wisuda, Galaksi Ayuningtyas seorang pembaca kartu tarot, Zenith Bagas Pramudito seorang pengrajin tembikar dan Nova Anggita Putri seorang pelajar baru lulus SMA.
Di tim Kristal ada enam orang yang turut hadir yaitu Kyanite Ayu Kusumawati seorang koki, Amethysta Dwi Nugroho seorang ibu rumah tangga, Sitrine Ardiyanto seorang keturunan bangsawan berdarah campuran Belanda-Jawa, Rosequina Putri Kencana seorang mahasiswa semester dua, Aquamarine Budiarto seorang dosen, dan Opalina Ayuningtiyas seorang atlet pendaki gunung.
"Home Sacralist, Wilujeng Rahayu, Wilujeng Yustika.. Assalamu alaikum... Selamat datang, Comrades.
Saya senang menyambut Anda semua dalam acara meditasi bersama ini. Nama saya adalah Amartha dari Semarang dan saya adalah salah satu anggota admin beta, di sini saya ditemani seorang anggota dari admin beta juga Aa Harun dari Bandung dan anggota admin epsilon yaitu Bli Aditya dari Bali.
Semoga kita dapat menemukan kedamaian dan pencerahan bersama dalam pertemuan hari ini, sambut lah kesempatan ini untuk menghubungkan diri dengan diri sendiri dan alam semesta dengan mari kita bermeditasi bersama!
Setelah kita menyelaraskan energi, frekwensi, dan pikiran kita.. jika masih berkenan, seperti yang Comrades ketahui bahwa komunitas dan asosisi Neverland dua satu memikiki tujuan yaitu?...."
"Men-take-down ordo tatanan sistem baru dunia yang play act as god!" Arka si guru berkacamata yang sudah berusia sekitar lima puluh tahun dan akan pensiun.
"Betul... Karena itu Comrades... Di sesi ke dua acara pertemuan ini kita akan berlatih mengirimkan energi perlawanan kepada musuh yang ada di Indonesia... Mereka adalah satanis dan akan saya bahas di sesi selanjutnya... Sehingga saya persilahkan meditasi ini digunakan untuk selain menenangkan dan mensinergikan kebersamaan tapi juga untuk menyiapkan tenaga dalam... Mungkin ada pertanyaan?" Amartha.
"Paham.."
"Cukup paham..."
"Mengerti.."
"Siap, mohon bimbingannya..."
"Baik, mari silahkan kita duduk..." Amartha mempersilahkan.
"Meditasi kali ini akan dipimpin oleh Bli Aditya... Mangga Bli.."
"Siap, maturnuwun... Om swastyastu..."
"Om swastyastu..."
"Om swastyastu..."
Aditya memulai duduk dalam posisi meditasi dan membaca doa Gayatri Mantram dalam versi Sanskerta,
"Om Bhur Bhuva Swaha,
Tat Savitur Varenyam,
Bhargo Devasya Dhimahi,
Dhiyo Yo Nah Pracodayat..."
Dengan makna selaras dengan surat al-Fatihah: Semoga cahaya ilahi mengisi pikiran kami,
Semoga kebijaksanaan dan kesadaran kami meningkat,
Semoga kami menyadari kehadiran Tuhan dalam diri kami, Dan semoga kami terarahkan ke jalan yang lurus (benar).
Gayatri Mantram adalah sebuah mantra tingkat tinggi dari tradisi Weda. Seperti semua Mantra Weda, Gayatri Mantra tidak dianggap memiliki juru tulis seperti seluruh mantra lainnya, ia dipercaya berasal dari seorang Brahmareshi.
Setelah acara meditasi dilakukan dengan khidmat, berhembus lah angin dengan sangat kuat dari langit dan sinar matahari meredup oleh awan.
"Saat ini ada salah satu gerbang dimensi ghaib Nusantara yang bereaksi karena kita berkumpul! Tapi saya tidak tahu fungsi gerbang ini untuk apa!" Seru Amartha sambil bersila.
Pohon-pohon besar dan bunga di taman seolah saling berpegangan tangan oleh sapuan angin besar.
"Gerbang ini seperti mengamuk saja! Kita harus menenangkannya!" Usul Aquamarine.
"Ayo kita fokuskan ketenangan pikiran dan menyatukan jiwa bersama!" Sambut Arka akan usulan tadi.
"Baik..." Seolah sudah sehati, semua orang mengerjakan penyelarasan dan angin yang berkunjung mulai memelan dengan tenang.
"Sepertinya jika kita bersatu maka kita bisa membuat gerbang teleportasi terbuka..." Amethysta menyimpulkan.
"Baik lah... Sesi meditasi ini berakhir.. dan jika memang betul kita bisa membuat gerbang antar dimensi terbuka, mari kita praktekan di sesi ke dua ini..." Amartha bernada misterius, semua orang menyimak.
"Silahkan Aa Harun untuk menjelaskan..." Amartha mempersilahkan.
"Kami memperoleh data Clairvoyance dari seseorang tentang adanya sebuah gunung di sana terdapat banyak orang berkumpul melakukan ritual okultisme yang bertujuan untuk membunuh kyai Muslim.
Kenapa para Kyai Muslim di nilai berbahaya? Karena mereka bisa meruqyah setan dan jin yang ingin supaya manusia menderita. Dan sebagaimana Comrades ketahui, bahwa para satanis elite itu memperkerjakan jin dan setan selama bertahun-tahun. Bahkan di dalam Nusantara kita juga hidup dalam animisme dan dinamisme... Juga ada okultis yang bekerjasama dengan jin... Terutama kerja sama dengan kerajaan laut selatan... dan hubungan bilateral ini terganggu oleh adanya aktivitas kyai...
Misalnya ada orang pesugihan dengan nyi Blorong, mereka yang mesugih jera lalu datang ke Kyai ingin minta bantuan biar tidak diganggu jin dari kerajaan Blorong dan bisa memutus tali perjanjian karena jera dengan aturan penumbalan keluarganya sendiri..." Harun menjelaskan.
"Aa... Ya ya paham A..."
"Iya jadi dukun-dukun okult itu dendam sama para kyai dan ingin membunuhnya... Belum lagi yang mau jadi lurah... Memakai jalur sihir... Minta bantuan ke dukun... Mau jadi anggota DPR... Lari ke dukun..."
"Oooh... Ya ya... Paham..."
Hadirin mengangguk.
"Memang betul, saya orang Kristen, jarang ada yang berobat ke pendeta bawa masalah mistik begituan, kami pun kalau ada yang kena maafnya sihir teluh semacam itu pasti kami berobat ke Kyai karena apa? Dukun-dukun itu kebanyakannya punya KTP beragama Islam lho, percaya kalian?" Aquamarine.
"Ya benar, tapi KTP tidak menjamin siapa jahat dan baik... Agama tidak salah, hanya dimanfaatkan..." Harun dengan santun.
"Nah, benar itu setuju aku!" Aquamarine si dosen Antropologi.
"Jadi apa Comrades siap mau melanjutkan ke sesi kedua yang berbahaya ini?" Harun sambil mesem meyakinkan.
Semua orang berpandangan.
"Halo, pagi.. persmisi..." Suara lembut seorang perempuan dari belakang menyela.
"Oh hai, Shopia... Kamu sudah terlambat, kami sudah mau pulang ini, hehehe!" Amartha senyum dengan gigi terlihat.
"Hahaha belum-belum jangan percaya!" Aditya melambai tangan ke depan.
"Haha, em... Maaf... Ada masalah tadi... Jadi gimana?" Shopia terlihat canggung.
"Ga pa pa, gabung aja sini duduk sama kita, kami baru saja meditasi dan baru selesai..." Jawab Aditya.
Amartha menyikut, "psst, cerewet..."
"Hihihi" nyengir Aditya menyerobot.
"Permisi, ijin bergabung ya..." Shopia duduk dengan santun di lantai panggung dengan yang lain.
"Nah... Saudari Shopia, perkenalkan saya Harun tim dari admin beta, saya yang akan memandu aktivitas semua orang di sesi ke dua dalam pertemuan ini.."
"Baik..."
"Comrades! Neng Shopia ini tahu di mana letak alamat mereka berada... Di gunung mana Neng? Kalau boleh tahu satanis kemarin yang Neng intip itu?"
"Lawu..."
"Di gunung Lawu!..."
"Oh gunung Lawu..."
"Ya... Jadi tolong Neng Shopia nanti memejamkan mata konsentrasi sambil mengingat dimana letak alamat itu berada, dan kita semua di sini akan mencoba menembus penerawangan ke sana... Dan mencoba mencari tahu dan akan dapat informasi apa... Nanti kita olah... Dan jika ada aktivitas mencurigakan maka kita akan serang... Paham?"
"Iya paham.."
"Paham A.."
"Nah, jadi di sini Comrades, kita akan memakai Mind Power! Khodam-khodam dari leluhur jangan maju ke sana... Gunakan mereka untuk di sini saja! Dan jika mereka mengirim khodam ke sini, maka biarkan pertarungannya di sini saja.. kita kalau penjelajahan jarak jauh seperti ini, jangan pernah melibatkan bantuan dari Karuhun atau leluhur... Jaga-jaga jika musuhnya lebih kuat, kasihan jika jin yang diwariskan leluhur untuk menjaga kita justru ga bisa pulang ke kita! Di sana akan disiksa habis-habisan oleh mereka! Paham?"
"Paham..."
Hadirin mengangguk, Arka terlihat antusias. Bapak-bapak satu ini sudah lama mempersiapkan diri sejak muda untuk urusan ini. Dia sangat setia kepada kebijakan admin empat empat end. Dia merasa sudah masuk ke dalam asosiasi yang tepat untuk menyalurkan bakatnya, yaitu asosiasi bertarung.
"Silahkan Neng, jangan gugup jangan ragu, kendalikan amarah... Stay calm and keep in flow..." Harun mempersilahkan.
Shopia memejamkan mata dan mulai berkonsentrasi, dia membayangkan perjalanannya yang lalu sampai akhirnya tersesat di hutan dan menemukan perkumpulan itu.
Semua hadirin dan admin menutup mata dan bermeditasi kembali mereka mendapatkan penglihatan yang sama.
Ada sebuah pemukiman tenda, di sana ada pria-pria sedang melakukan baka-bakar kayu api unggun. Namun ada yang janggal, tak jauh dari api unggun ada panjer salib dan seorang pria kurus sedang diikat mulutnya, tangannya dan kakinya. Pria itu mengenakan sarung, baju koko dan peci hitam.
'Siapa itu?' terdengar suara batin milik Nova.
'Astaghfirullah al adziim! Itu cucunya Sunan Kalijaga ngapain di situ! Kok bisa sampai situ!' Suara batin Aksara.
'Kamu yang bener Dulur!'
'Bener Mas! Gak salah lagi itu Mbah Yai Syamsun Marjuki cucunya Waliyullah wa Karamallahu alaih Sunan Kali Jaga itu!'
'Kita harus selamatkan pria malang itu!' sahut suara batin Lintang terasa energinya paling dominan di antara yang lain.
Terasa Lintang maju dan menembus antena bathin Kyai Syamsun Marjuki sampai terlihat matanya berubah ekspresi merasakan ada yang memanggilnya.
'Ini kami! Kami datang untuk menolongmu! Katakan sesuatu kepada kami!' Lintang dengan suara bathinnya.
'Kirim aku para santriku dari Pekalongan, aku akan diselamatkan oleh mereka semua...' Lirih bathin Kyai Marjuki.
'Baik!' sahut bathin semua orang.
Betapa kaget Kyai Marjuki sebab kini yang hadir adalah banyak orang.
Hadirin berangsur memulihkan kesadaran diri kecuali Aditya, Amartha dan Harun, mereka terlihat semakin fokus dan justru mulai memperagakan ajian silat ghaib.
"Kita harus transfer energi kepadanya supaya dia ada sisa tenaga untuk bertahan di sana!" Aditya mengaba-aba.
Semua orang yang sadar saling berpandangan dan kembali ke posisi meditasi dengan memejamkan mata. Mereka fokus menyatukan pikiran kembali dan mentransferkan energi ke Kyai Marjuki yang terlihat kritis.
'Sudah, kuterima, terima kasih... Aku pura-pura pingsan dulu...' bisik Kyai Marjuki lewat batinnya.
Semua anggota Yuna di Taman Budaya Semarang mulai sadar kembali.
"Kita kalau ke sana makai jalur fisik kayaknya kelamaan, keburu dihabisi nyawa Beliau!" Bintang Wahyudi terlihat tidak terima.
"Tapi kita belum mencoba bikin gerbang gaib teleportasi ke sana kan, tadi kita ga lanjutin eksperimen!" Kyanite.
"Kita buat lagi, kali ini pasti berhasil!" Kailani agresif.
"Tidak akan berhasil..." Amartha senyum tenang.
"Kenapa?" Kailani.
"Kita sudah dipenuhi emosi, sudah engga dalam kondisi hati dan pikiran fokus di kondisi null... Alias sudah tidak pasrah lagi kepada yang di atas..." Amartha menunjuk ke langit.
"Sabar! Saya ada kontak santri dari Pekalongan..." Amartha mengambil gawai dari sakunya.
Amartha memandan Harun, lalu mengangguk. Harun yang paham akhirnya merogoh kantongnya dan memanggil Huda yang sedang keliling Inggris.
Amartha dan Harun berdiri lalu berpisah ke arah masing-masing agar tidak saling mengganggu aktivitas komunikasi masing-masing.
'Hah! Kyai Syamsun Marjuki ditawan satanis di hutan ghaib gunung Lawu? Mau dieksekusi?'
'Ya, Mas! Butuh bantuan sekarang!'
'Tunggu, kirim alamatnya ke khodamku, aku kirim khodamku, siapa di situ yang tahu alamatnya? Yang bisa dirasuki ada ga?'
'Ada, namanya Shopia...' Lirih Harun.
'Ok, on the way to that place!'
Harun lalu berjalan ke perkumpulan lagi. Dia menelpon konverensi kontak Huda dan Yuna. Setelah panggilan tersambung, dia mengeraskan volume speaker-nya.
'Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Comrades, home sacralist, wilujeng yustika!
Saya dengar kalian berhasil menemukan sekte satanis pembunuh kyai dan ingin ke sana. Saat ini kita harus melakukan operasi Alpha. Hadirin di Semarang silahkan tarik khodam leluhur satanis ke sana dan bertarung di Semarang. Biar admin satu tujuh tujuh bantai dukunnya di sana dengan teleportasi. Jadi keluarga asosiasi di Semarang jangan mencoba melancong ke sana... Takutnya setelah pertarungan kalian kehabisan energi dan tidak bisa membuat gerbang telelportasi untuk pulang!"
"Benar juga!"
"Lalu kita harus apa?" Shopia kelihatan panik.
"Kalian tidak perlu panik! Satanis ini selain punya jin leluhur juga ada jin bangsa segitiga bermuda. Jin bangsa segitiga bermuda ini urusan kami... Silahkan bertugas, wilujeng rahayu!" Admin empat empat end mematikan panggilan disusul admin satu tujuh tujuh.
"Mari kita siapkan posisi menyerang! Silahkan berdiri Comrades!" Harun mengajak.
Semua orang berdiri memejamkan mata, begitu juga Shopia. Mereka memperagakan ajian warisan dari leluhur mereka masing-masing yang mereka kuasai tanpa belajar terlebih dahulu, seolah mengalir begitu saja. Mereka kembali ke penglihatan terbang meluncur menuju tempat pemukiman tenda hitam tadi. Namun dalam penglihatan mereka ada yang ikut hadir menyertai. Sosok berjubah hitam membawa pedang namun tubuhnya berbentuk asap hitam melayang di depan sukma mereka.
"Ambil khodam mereka dan tarik ke Semarang!" Suara sosok asap hitam itu double layer dan mengerikan dengan serak-serak parau.
"Baik!"
Semua orang asosiasi Neverland dua satu mengincar kepala dukun satanis di tempat itu dan langsung memegang kepala para dukun, menarik paksa jin di dalam jasad satanis yang bermukim itu lalu buru-buru kembali ke Semarang.
Arka memasukkan jin leluhur salah satu satanis ke jasadnya dan mulai bertarung dalam alam jagat cilik. Langkahnya ini diikuti member lain.
Sementara itu di hutan ghaib gunung Lawu. Para dukun bingung kenapa saat asyik beristirahat leyeh-leyeh ngopi dan merokok justru mendadak linglung.
"Kok Ndas-ku nge-blank yo!" Salah satu pemuda yang ternyata seorang mahasiswa.
"Kaya baru bangun tidur gitu yo!"
"Iyo!"
Tiba-tiba muncul api di rerumputan kering berjalan menjalar mendekati pemukiman mereka layaknya ular melata, api itu semakin mendekat padahal tidak ada minyak tanah yang mengucur sebelumnya. Kehadiran api yang merembet mendekat itu sangat mengagetkan mereka.
"Api! Api kok bisa ada api!!!"
Api itu berhenti di dekat hadapan mereka dan semakin berkobar besar hingga menjulang tinggi, lalu dari kobaran menyala panas itu muncul Huda, Davos, Amir lalu Kyai Jalil yang berjalan santai melewatinya kemudian semua kobaran api itu padam.
"Musuh datang!"
"Ada musuh!"
"Ada musuh!
Mendengar suara seruan itu Kyai Marjuji membuka mata dan melihat secara kabur ada orang-orang yang berdiri di kejauhan sana dan salah satunya dia kenal dekat, yaitu Kyai Jalil.
"Subhanallah wa llahu akbar!" Bibirnya yang sobek dan berdarah akhirnya mampu tersenyum tipis sedikit lega.
"Mau apa kalian datang ke sini?!" Bentak ketua kelompok orang musyrik itu dengan lantang dan suara berat.
"Make nanya lagi mau ngapain, ya mau bawa pulang dulurku lah, goblok!" Gaya bicara Kyai Jalil yang lugu.
"Kau yang goblok! Siapa yang datang ke sini gak akan pernah bisa balik lagi kecuali namanya saja!"
"Hahahaaha!!"
"Selera humormu rendah! Sini aku balikin namamu biar tahu kau rasanya batu nisanmu jungkir balik gimana!" Kyai Jalil mengayun tongkatnya menembakkan api ke si ketua perkomplotan hitam itu.
"Grahh!!" Pria berjenggot dan kumis brewok dengan jaket sport dan sepatu sport gunung itu menembak energi kegelapan ke Kyai Jalil.
Keduanya berkemelut dalam serangan sementara bersamaan dengan itu Huda, Davos dan Amir juga beraksi.
"Bawa Kyai Marjuki Bang Amir!" Intruksi Huda.
Amir mengangguk lalu berlari ke tempat penyanderaan. Namun ada anggota dukun yang menembakkan pistol ke arahnya.
"Argh!" Bersarang lah peluru ke kaki Amir.
"Curang! Dukun main senjata api! Pengecut!" Umpat Amir sambil menahan sakit.
"Nih rasakan batu!" Seorang pria lain mengangkat batu berat amat besar beriko-kilo massanya namun dia sanggung mengangkatnya dengan dua tanga tanpa keluh dan bersiap menghantamkan itu ke tubuh Amir.
"Ciat!!" Amir lompat berputar di udara dan menendang batu itu sampai jatuh menggelinding ke bawah bukit.
"Jangan bangunkan iblis yang sudah pensiun!" Suara Amir double layer, tanduk besar tumbuh cepat di tempurung kepalanya dan giginya memanjang.
"Hah?"
"Kalian anak buat setan belum ada apa-apanya dengan jin yang menyumbang kekuatan sihirnya ke Dajjal macam aku ini!" di gengamnya leher pria pengangkat batu tadi.
"Tahu kah kau kalau aku ini iblis batu! Aku ini batu!" Jin di badan Amir memperlihatkan ke mata bathin orang itu tentang sosok aslinya yang berwarna kuning dan memang tubuhnya seperti batu yang keras. Setelah mengangkat pria itu, dia membanting dasyat pria itu menghempas tembok tempat tawanan dipenjara.
"Brak!!" Jeruji besi dihantam tubuh pria itu sampai renyek.
"Hah!" Kyai Marjuki sampai kaget.
"Aja kereng temen le! Ngesakno balane yo butuh taubat!" Teriak Kyai Marjuki setelah berhasil melengserkan ikatan di mulutnya yang artinya dalam bahasa Jawa jangan terlalu garang, rekannya juga masih butuh bertaubat, supaya dikasih peluang jangan langsung dikasih mati di tempat.
"Orang kaya mereka ini ga ada jeranya kalau pun dicabut ilmunya mereka bakalan balik lagi!" Kyai Jalil sambil menahan perihnya muntah darah karena benturan energi barusan dengan lawannya yang bernama Buto Ireng.
"Kita dikirim untuk jadi algojo mereka Kyai!" Teriak Huda sambil menendang lawannya sampai keok.
"Wes karepmu sak senengmu pokok e aku luwe!!" Jawab Kyai Marjuki dalam bahasa Jawa yang artinya terserah lah dia lapar.
"Hahaha! Sego pecel masih enak, pilih urip apa mati?!" Kyai Jalil menembak energi zikir dan sholawat ke dukun Buto Ireng yang juga sudah sempat babak belur.
Semua dukun bersatu di belakang Buto Ireng si suhu. Lawan Huda bahkan tidak menghiraukan serangan dari Huda yang gesit dan penuh energi tak main-main seperti melawan batu karang, tak mau kuras nyawa dia lari ke barisan gurunya untuk nebeng ajian berharap bisa mengalahkan Huda.
"Oalah!" Davos dan Huda juga Amir berjalan ikut berbaris di sisi Kyai Jalil menyalurkan energi tenaga dalam untuk menembak tajam musuh di hadapan yang berjumlah tiga puluh orang.
65
Comments
Post a Comment